Dokter Vivi Dokter Parenting

pembicara+parenting+islami (1)dokter+vivi (4)

Nama saya Martina Sylviarini Surya Widarti, seperti kata pepatah nama adalah doa begitu pula dengan nama saya. Kata Martina diambil dari seorang petenis dunia yaitu Martina Navatilova yg merupakan juara wimbledon 9 kali berturut-turut harapannya agar kelak saat dewasa bisa mengukir banyak prestasi yang bermanfaat, Sylviarini diambil dari kata sylvetris yang artinya cemara gunung dengan harapan bisa setegar cemara digunung yang kuat menahan terpaan angin yang menerpanya dalam segala cuaca, surya yang merupakan matahari mengiringi doa agar kelak bisa bermanfaat untuk umat dan bangsa ini, widarti untuk menghormati dokter yang menolong saat operasi sc.

Saya dibesarkan dalam keluarga yang bahagia tapi semua berubah saat ibu saya terdeteksi terkena penyakit kanker ovarium stadium 4 yang mulainya setiap hari selalu bertemu orangtua dirumah, menjadi sebagian besar hari-hari harus dilewati sendiri tanpa kehadiran orangtua, karena ibu saya harus menjalani kemoterapi dan operasi di dr soetomo surabaya karena kala itu di malang belum memungkinkan tindakan tersebut dilakukan dimalang..

Waktu terus bergulir …….
12 April 1994 seakan mengubah kehidupan saya dengan cepat, kala itu mama saya harus berpulang kerahmatullah utk selama-lamanya.
Dunia seakan berhenti berputar  kala itu
Ibu saya yang merupakan motivator terbesar dalam hidup saya harus berpisah dengan untuk selama-lamanya
Yang kala itu unas smp kurang seminggu lagi

Unas pun berlalu, saya pun melanjutkan ke sma
Tapi seakan semangat telah tertelan bumi
Saya yang biasanya menjadi juara dikelas menjadi seseorang yang paling  elakang dikelas
Yang biasanya 3 besar menjadi nomor 24 dari 25 siswa
Hanya satu orang yang kurang beruntung dibe lakang saya karena ia jarang masuk, saya merasa, saya merasa tidak berdaya dan tidak mempunyai kekuatan untuk maju dan berjuang

Tibalah pada suatu hari, saya tertegun memandang sosok didepan saya, sosok yang tinggi besar yg senantiasa sabar disamping saya, mengingatkan saya untuk sholat dan mendoakan ibu saya, sosok yang selalu berusaha hadir disamping saya dan memotivasi saya dengan segenap tenaganya.

Sosok itu adalah ayah saya, saya pun tersadar bahwa saya mempunyai sosok yg luar biasa yg saya miliki saat itu, yaitu ayah saya
Saya pun berusaha bangkit, belajar, berjuang dan berusaha akhirnya saya pun bisa meraih kembali rangking-rangking tertinggi dikelas saya

Tibalah masa dikala itu bernama umptn, disaat itu saya  bimbang akan memilih apa, tetapi akhirnya saya putuskan memilih kedokteran
Ketiak tiba masa pengumuman , dan ayah saya mengetahui bahwa saya diterima dikedokteran maka saya melihat senyum seorang ayah yg begitu bahagia anaknya diterima dikedokteran dan senyum seorang hamba yng begitu bersyukur pada RabbNya
Jika boleh meminta maka saya ingin bahwa hari itu tidak akan berganti dengan hati yang lain karena begitu bahagianya saya bisa memhagiakan ayah saya.
Hari-hari dikedokteran pun saya mulai, berangkat pagi pulang petang menjadi menu harian, walau terkadang jadwal yg padat dan berat saya tetap bisa bersemangat melaluinya
Waktu itu dihari kelima bulan syawal tiba-tiba saya mendengar teriakan dari kamar mandi, saya pun lari kesana, saya ketukmpintu kamar mandi itu berulang-ulang, saya pangiil ayah saya tapi sepi tidak ada jawaban, saya ketuk kembali berkali-kali, tina-tiba pintu kamar mandipun terbuka…..

Dan saya melihat ayah saya berkeringat dingin keluar dari sana, saya palah beliau saya buagkan teh manis, dan saya langsung melesatbkeluar ke tetangga utk minta bantuan membawa ayah saya kerumah sakit

Dikarenakan bulan syawal hanya ada satu pintu tetangga yang ada sedangkan yang lainnya sedang mudik
Kemudian ayah saya bawa kerumah sakit, disesampainya disana petugas medispun meminta saya keliling untuk mengecekkan lab, membeli obat dan berbagai hal untuk keperluan administrasi rumah sakit
Sesampainya diugd jantung saya seolah berhenti berdetak
Karena saya tidak melihat ayah saya, saya pun dengan panik bertanya kepetugas disana, ” sudah dibawa ke cvcu mbak”begiu jawabnya, saya oun melesat ke ruang cvcu, disana saya dapati ayah saya yg telah ditempelu berbagai macam kabel disana
Lega rasanya masih bisa melihat ayah saya kembali
Saya usap dahinya yang penuh keringat
Saya suapkan makanan, beliau seakan ingin bicara banyaknsekali ke saya saya itu
Tapi saya melarangnya karena saya berharap beliau istirahat
Segera sehat dan segera bisa pulang kerumah

Tapi takdir berkata lain……..
Sore itu pun
Ayah saya harus berpulang ke rahmatullah
Dan saya adalah seorang anak tunggal
Waktu itu saya seakan protes kepada Allah kenapa harus satu-satunya orangtua saya yang tersisa harus dipanggil juga
Saya harus tinggal dengan siapa
Saya harus bagaimana
Tapi saat ini saya paham itu cara Allah memncintai saya
Allah ingin melihat saya tegar
Allah ingin melihat saya mandiri
Allah ingin melihat saya bisa bermanfaat untuk umat dan bangsa ini

Seperti yang telah terukir pada nama saya

Oleh karena itu saat saya memiliki anak
Saya berjanji saya akan mendampingi setiap tahap perkembangannya
Saya akan mengajarinya untuk bisa membedakan benar dan salah
Saya akan mengajarinya untuk bisa menemukan surgaNya
Untuk bisa mengenal RabbNya

Karena ajal tidak dapat dimajukan dan dimundurkan barang sedetik
Semoga anak-anak bisa mendoakan saya

Semoga mereka bisa mengkafani jenazah saya
Semoga mereka bisa mengukir karya yang manfaat didunia ini

Oleh karena itu saya memiliki keinginan yang kuat untuk dapat berbagi dengan para orangtua agar bisa memaknai setiap waktunya bersama anak-anaknya melalui seminar parenting yang telah digelar dibenerapa kota diindoensia seperti di jakarta, bandung, batam, palembang, surabaya, madura, kalimantan

Dan saya mendirikan sekolah yang bernama rumah cerdas yang telah bermitra dibeberapa kota di indonesia dengan harapan bisa mengalirkan ilmu yang bermanfat yang semoga bisa mengalir kepada kedua orangtua saya dan sebagai amal jariah Aamiin

By Dokter Vivi Dokter Parenting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *